Apa Itu Sukuk ? Simak Pembahasan Berikut - Miss Malas -->

 

Apa Itu Sukuk ? Simak Pembahasan Berikut

Sukuk adalah bagian dari pernyataan kepemilikan atas manfaat suatu aset, dan bukanlah merupakan surat utang seperti obligasi. Dalam Bahasa Arab, Sukuk berasal dari kata “صكوك ”yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Sakk “صك “yang memiliki arti dokumen atau lembaran kontrak.

Dimana selebaran tersebut serupa dengan sertifikat atau nota. Secara sederhana, sukuk merupakan bukti (claim) kepemilikan terhadap sebuah aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk (underlying asset).

Menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 32/DSN MUI/IX/2002 pada poin ketiga disebutkan bahwa “Obligasi Syariah (sukuk) adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syariah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo”.

Sementara merujuk pada Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.A.13 Sukuk didefinisikan sebagai “Efek Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan memiliki nilai yang sama dan mewakili bagian penyertaan yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas:

-Kepemilikan aset berwujud tertentu.

-Nilai manfaat dan jasa atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu; atau

-Kepemilikan atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu.

Saat ini di Indonesia, sukuk mulai dilirik pemerintah setelah beberapa perusahaan swasta meluncurkan obligasi syariah. Kemudian, pemerintah melalui Departemen Keuangan telah menunjuk Bank Syariah dan Konvensional resmi serta perusahaan efek yang memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek dari Pengawas Pasar Modal untuk menjadi agen penjual sukuk.

Tidak hanya saham, obligasi dan reksadana, sukuk kini dapat menjadi pilihan investasi yang menarik dan sesuai dengan prinsip syariah.

Sukuk yang diterbitkan akan berada di bawah pengawasan Fatwa MUI dengan kendali Dewan Syariah Nasional. Dengan demikian keabsahan sukuk yang diterbitkan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kesyariahannya.

Perbedaan mendasar lainnya jika obligasi mendapatkan bunga atau kupon, maka sukuk mendapatkan bagi hasil dari hak atas sertifikat kepemilikan atas suatu aset (proyek riil).

Dapat disimpulkan bahwa sukuk adalah sertifikat yang ditawarkan dan merupakan bukti kepemilikan yang  atas suatu aset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan investasi tertentu yang menjadi dasar penerbitan (underlying) sukuk.



Apa Itu Sukuk ? Simak Pembahasan Berikut

 

Apa Itu Sukuk ? Simak Pembahasan Berikut

Sukuk adalah bagian dari pernyataan kepemilikan atas manfaat suatu aset, dan bukanlah merupakan surat utang seperti obligasi. Dalam Bahasa Arab, Sukuk berasal dari kata “صكوك ”yang merupakan bentuk jamak (plural) dari kata Sakk “صك “yang memiliki arti dokumen atau lembaran kontrak.

Dimana selebaran tersebut serupa dengan sertifikat atau nota. Secara sederhana, sukuk merupakan bukti (claim) kepemilikan terhadap sebuah aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk (underlying asset).

Menurut Fatwa Dewan Syariah Nasional No. 32/DSN MUI/IX/2002 pada poin ketiga disebutkan bahwa “Obligasi Syariah (sukuk) adalah suatu surat berharga jangka panjang berdasarkan prinsip syariah yang dikeluarkan Emiten kepada pemegang Obligasi Syariah yang mewajibkan Emiten untuk membayar pendapatan kepada pemegang Obligasi Syariah berupa bagi hasil/margin/fee serta membayar kembali dana obligasi pada saat jatuh tempo”.

Sementara merujuk pada Peraturan Bapepam dan LK Nomor IX.A.13 Sukuk didefinisikan sebagai “Efek Syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan memiliki nilai yang sama dan mewakili bagian penyertaan yang tidak terpisahkan atau tidak terbagi atas:

-Kepemilikan aset berwujud tertentu.

-Nilai manfaat dan jasa atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu; atau

-Kepemilikan atas aset proyek tertentu atau aktivitas investasi tertentu.

Saat ini di Indonesia, sukuk mulai dilirik pemerintah setelah beberapa perusahaan swasta meluncurkan obligasi syariah. Kemudian, pemerintah melalui Departemen Keuangan telah menunjuk Bank Syariah dan Konvensional resmi serta perusahaan efek yang memiliki izin usaha sebagai penjamin emisi efek dari Pengawas Pasar Modal untuk menjadi agen penjual sukuk.

Tidak hanya saham, obligasi dan reksadana, sukuk kini dapat menjadi pilihan investasi yang menarik dan sesuai dengan prinsip syariah.

Sukuk yang diterbitkan akan berada di bawah pengawasan Fatwa MUI dengan kendali Dewan Syariah Nasional. Dengan demikian keabsahan sukuk yang diterbitkan jelas dan dapat dipertanggungjawabkan kesyariahannya.

Perbedaan mendasar lainnya jika obligasi mendapatkan bunga atau kupon, maka sukuk mendapatkan bagi hasil dari hak atas sertifikat kepemilikan atas suatu aset (proyek riil).

Dapat disimpulkan bahwa sukuk adalah sertifikat yang ditawarkan dan merupakan bukti kepemilikan yang  atas suatu aset, hak manfaat, dan jasa-jasa atau kepemilikan atas proyek atau kegiatan investasi tertentu yang menjadi dasar penerbitan (underlying) sukuk.



Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo