Ini Manfaat Rutin Cuci Hidung dan Cara Melakukannya dengan Benar - Miss Malas -->

Ini Manfaat Rutin Cuci Hidung dan Cara Melakukannya dengan Benar

Membersihkan rongga mulut dan telinga sudah bisa. Namun, bagaimana dengan hidung, seberapa sering kamu membersihkan atau mencuci hidung (nasal rinse)?


Terlebih di masa pandemik COVID-19, kebersihan hidung termasuk adalah bagian dari kebersihan diri. Pasalnya, rongga hidung yang kotor bisa menjadi sasaran empuk bagi kuman penyakit.


Jarang membersihkan hidung dapat mengakibatkan inflamasi pada rongga hidung dan radang sinus (sinusitis), apalagi kalau alergimu sedang kambuh atau sedang pilek. Inflamasi tersebut membuat dinding sinus bengkak dan terus berair, sehingga mempermudah bakteri atau virus untuk menyusup dan menyebabkan infeksi.


Lewat artikel ini, mari mengetahui alasan pentingnya rutin cuci hidung serta cara melakukannya dengan benar. Yuk, simak 6 manfaat mencuci hidung secara rutin di bawah ini!


1. Membersihkan mukus (lendir) dan kotoran pada sinus, yaitu rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak


2. Meningkatkan kinerja bulu hidung (silia) agar bisa memfilter kotoran yang masuk ke hidung


3. Mengeluarkan substansi asing dari rongga hidung


4. Mengurangi pembengkakan dan inflamasi pada hidung


5. Menjaga kelembapan sinus


6. Meringankan gejala sinusitis (akut maupun kronis) dan alergi


Nah, itulah manfaat-manfaat yang bisa kamu dapatkan dari mencuci hidung secara rutin atau sesuai dengan anjuran dokter.


Sekarang, bagaimana cara mencuci hidung yang benar? Apa saja yang dibutuhkan? Simak penjelasannya di bawah ini!


1. Meramu air garam untuk mencuci hidung


Untuk membersihkan hidung, kamu butuh larutan saline atau air garam. Kamu bisa membelinya di apotek atau toko obat. Malas pergi? Tenang, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.


Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa cuci hidung itu aman asal tidak menggunakan air keran. Pasalnya, air keran bisa dihuni mikroorganisme asing, seperti ameba parasitik Naegleria fowleri, yang malah akan menjadi penyakit bila sampai ke otak.


Bila ingin menggunakan air keran, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan untuk merebus air selama 5 menit agar air steril. Kemudian, diamkan hingga suhu air aman untuk digunakan. Setelah itu, kamu bisa melakukan langkah-langkah ini


Campurkan 3 sendok teh garam tanpa yodium dengan 1 sendok teh soda kue.


Masukan 1 sendok teh campuran tersebut ke dalam 1 cangkir air yang sudah steril.


Voila, larutan air garam siap digunakan.


2. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mencuci hidung


Sebelum kamu mencuci hidungmu, perhatikan hal-hal ini:


Cuci tangan hingga bersih sebelum melakukan membersihkan hidung.


Bersihkan alat cuci hidung dengan air panas, sabun, dan air setelah digunakan dan keringkan.


Hindari menggunakan air yang terlalu dingin (terutama jika kamu baru saja menjalani operasi sinus) atau terlalu panas. Sesuaikan suhu air dengan suhu tubuh atau suhu ruangan.


Buang larutan air garam sesudah digunakan.


Tidak dianjurkan untuk bayi.


Jangan mencuci hidungmu jika ada luka wajah yang belum sembuh atau kamu tengah menderita gangguan neurologis dan muskuloskeletal yang membuatmu lebih berisiko menghirup cairan air garam secara tidak sengaja.


3. Seberapa sering kita harus mencuci hidung?


Bila gejala hidung tersumbat dan pilek menyerang, cuci hidung bisa dilakukan. Lakukan sekali sehari, atau bila memang cara tersebut efektif meringankan gejala, bisa dilakukan tiga kali seminggu.


Namun, jangan melakukannya terlalu sering. Dokter spesialis THT memperingatkan bahwa cuci hidung terlampau sering dapat meningkatkan risiko infeksi sinus dan menghalangi beberapa fungsi protektif selaput lendir yang melapisi saluran hidung dan sinus.


4. Cara mencuci hidung yang baik dan benar


Jika larutan garam sudah siap, siapkan alat pencuci hidung (neti pot). Kemudian, ikuti langkah-langkah ini:


Di dalam kamar mandi atau di depan wastafel, berdirilah dengan kepala menengadah yang dimiringkan ke satu sisi. Jika kamu ingin membersihkan rongga hidung kanan, miringkan kepala ke kanan, dan sebaliknya.


Dengan neti pot, tuang larutan garam secara perlahan ke dalam lubang hidung. Selama proses ini, bernapaslah melalui mulut.


Biarkan larutan keluar bersama kotoran dari lubang hidungmu yang lain.


Ulangi langkah 1- 3 di lubang hidung yang berlawanan.


Pelan-pelan, bersihkan dan tiup hidungmu dengan tisu setelah selesai. Jangan tekan hidung saat meniupnya karena dapat menyakiti gendang telinga.


Ingat, pastikan kamu memiringkan kepala ke sudut yang nyaman dan pas, agar rongga hidung dan sinus benar-benar tercuci, serta larutan air garam tidak masuk ke bagian belakang hidung.


Jika dilakukan dengan benar, cuci hidung amat menyegarkan dan bermanfaat. Meski begitu, ada beberapa efek samping yang mungkin akan kamu alami setelah melakukannya, meliputi:


Sensasi perih di hidung


Bersin-bersin


Telinga terasa penuh


Mimisan (jarang terjadi)


Bila rongga hidung terasa perih, cobalah untuk mengurangi kadar garam pada larutan yang kamu buat. Jika kamu baru menjalani operasi sinus, biasanya ada darah yang tercampur saat cairan keluar. Jangan takut, karena ini lumrah dan akan membaik dengan sendirinya.


5. Cara membersihkan peralatan cuci hidung yang baik dan benar


Alat cuci hidung harus dibersihkan dengan benar agar tidak menjadi sarang bakteri. Tentu saja air untuk mencuci neti pot harus steril. Begini langkah-langkah membersihkannya:


Masukkan air steril beserta sedikit sabun ke dalam neti pot


Tutup neti pot dan kocok hingga seluruh bagian dalamnya bersih


Buang airnya. Seluruh langkah ini bisa dilakukan 2-3 kali


BIsa juga dibersihkan dengan alkohol 60 persen dan bilas dengan air. Untuk mengeringkannya, kamu bisa memanaskan neti pot dengan microwave

Ini Manfaat Rutin Cuci Hidung dan Cara Melakukannya dengan Benar

Ini Manfaat Rutin Cuci Hidung dan Cara Melakukannya dengan Benar

Membersihkan rongga mulut dan telinga sudah bisa. Namun, bagaimana dengan hidung, seberapa sering kamu membersihkan atau mencuci hidung (nasal rinse)?


Terlebih di masa pandemik COVID-19, kebersihan hidung termasuk adalah bagian dari kebersihan diri. Pasalnya, rongga hidung yang kotor bisa menjadi sasaran empuk bagi kuman penyakit.


Jarang membersihkan hidung dapat mengakibatkan inflamasi pada rongga hidung dan radang sinus (sinusitis), apalagi kalau alergimu sedang kambuh atau sedang pilek. Inflamasi tersebut membuat dinding sinus bengkak dan terus berair, sehingga mempermudah bakteri atau virus untuk menyusup dan menyebabkan infeksi.


Lewat artikel ini, mari mengetahui alasan pentingnya rutin cuci hidung serta cara melakukannya dengan benar. Yuk, simak 6 manfaat mencuci hidung secara rutin di bawah ini!


1. Membersihkan mukus (lendir) dan kotoran pada sinus, yaitu rongga kecil yang saling terhubung melalui saluran udara di dalam tulang tengkorak


2. Meningkatkan kinerja bulu hidung (silia) agar bisa memfilter kotoran yang masuk ke hidung


3. Mengeluarkan substansi asing dari rongga hidung


4. Mengurangi pembengkakan dan inflamasi pada hidung


5. Menjaga kelembapan sinus


6. Meringankan gejala sinusitis (akut maupun kronis) dan alergi


Nah, itulah manfaat-manfaat yang bisa kamu dapatkan dari mencuci hidung secara rutin atau sesuai dengan anjuran dokter.


Sekarang, bagaimana cara mencuci hidung yang benar? Apa saja yang dibutuhkan? Simak penjelasannya di bawah ini!


1. Meramu air garam untuk mencuci hidung


Untuk membersihkan hidung, kamu butuh larutan saline atau air garam. Kamu bisa membelinya di apotek atau toko obat. Malas pergi? Tenang, kamu bisa membuatnya sendiri di rumah.


Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyatakan bahwa cuci hidung itu aman asal tidak menggunakan air keran. Pasalnya, air keran bisa dihuni mikroorganisme asing, seperti ameba parasitik Naegleria fowleri, yang malah akan menjadi penyakit bila sampai ke otak.


Bila ingin menggunakan air keran, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyarankan untuk merebus air selama 5 menit agar air steril. Kemudian, diamkan hingga suhu air aman untuk digunakan. Setelah itu, kamu bisa melakukan langkah-langkah ini


Campurkan 3 sendok teh garam tanpa yodium dengan 1 sendok teh soda kue.


Masukan 1 sendok teh campuran tersebut ke dalam 1 cangkir air yang sudah steril.


Voila, larutan air garam siap digunakan.


2. Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mencuci hidung


Sebelum kamu mencuci hidungmu, perhatikan hal-hal ini:


Cuci tangan hingga bersih sebelum melakukan membersihkan hidung.


Bersihkan alat cuci hidung dengan air panas, sabun, dan air setelah digunakan dan keringkan.


Hindari menggunakan air yang terlalu dingin (terutama jika kamu baru saja menjalani operasi sinus) atau terlalu panas. Sesuaikan suhu air dengan suhu tubuh atau suhu ruangan.


Buang larutan air garam sesudah digunakan.


Tidak dianjurkan untuk bayi.


Jangan mencuci hidungmu jika ada luka wajah yang belum sembuh atau kamu tengah menderita gangguan neurologis dan muskuloskeletal yang membuatmu lebih berisiko menghirup cairan air garam secara tidak sengaja.


3. Seberapa sering kita harus mencuci hidung?


Bila gejala hidung tersumbat dan pilek menyerang, cuci hidung bisa dilakukan. Lakukan sekali sehari, atau bila memang cara tersebut efektif meringankan gejala, bisa dilakukan tiga kali seminggu.


Namun, jangan melakukannya terlalu sering. Dokter spesialis THT memperingatkan bahwa cuci hidung terlampau sering dapat meningkatkan risiko infeksi sinus dan menghalangi beberapa fungsi protektif selaput lendir yang melapisi saluran hidung dan sinus.


4. Cara mencuci hidung yang baik dan benar


Jika larutan garam sudah siap, siapkan alat pencuci hidung (neti pot). Kemudian, ikuti langkah-langkah ini:


Di dalam kamar mandi atau di depan wastafel, berdirilah dengan kepala menengadah yang dimiringkan ke satu sisi. Jika kamu ingin membersihkan rongga hidung kanan, miringkan kepala ke kanan, dan sebaliknya.


Dengan neti pot, tuang larutan garam secara perlahan ke dalam lubang hidung. Selama proses ini, bernapaslah melalui mulut.


Biarkan larutan keluar bersama kotoran dari lubang hidungmu yang lain.


Ulangi langkah 1- 3 di lubang hidung yang berlawanan.


Pelan-pelan, bersihkan dan tiup hidungmu dengan tisu setelah selesai. Jangan tekan hidung saat meniupnya karena dapat menyakiti gendang telinga.


Ingat, pastikan kamu memiringkan kepala ke sudut yang nyaman dan pas, agar rongga hidung dan sinus benar-benar tercuci, serta larutan air garam tidak masuk ke bagian belakang hidung.


Jika dilakukan dengan benar, cuci hidung amat menyegarkan dan bermanfaat. Meski begitu, ada beberapa efek samping yang mungkin akan kamu alami setelah melakukannya, meliputi:


Sensasi perih di hidung


Bersin-bersin


Telinga terasa penuh


Mimisan (jarang terjadi)


Bila rongga hidung terasa perih, cobalah untuk mengurangi kadar garam pada larutan yang kamu buat. Jika kamu baru menjalani operasi sinus, biasanya ada darah yang tercampur saat cairan keluar. Jangan takut, karena ini lumrah dan akan membaik dengan sendirinya.


5. Cara membersihkan peralatan cuci hidung yang baik dan benar


Alat cuci hidung harus dibersihkan dengan benar agar tidak menjadi sarang bakteri. Tentu saja air untuk mencuci neti pot harus steril. Begini langkah-langkah membersihkannya:


Masukkan air steril beserta sedikit sabun ke dalam neti pot


Tutup neti pot dan kocok hingga seluruh bagian dalamnya bersih


Buang airnya. Seluruh langkah ini bisa dilakukan 2-3 kali


BIsa juga dibersihkan dengan alkohol 60 persen dan bilas dengan air. Untuk mengeringkannya, kamu bisa memanaskan neti pot dengan microwave

IKLAN

Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo