Tips Mengatasi Anak Yang Suka Mengemut Makanan - Miss Malas
Saat si Kecil mulai makan, ada beberapa masalah yang mungkin akan Bunda hadapi, salah satunya ngemut makanan.

Saat ia telah memasuki usia batita, ia memang senang memainkan atau malah menyimpan makanannya lebih lama di mulut daripada langsung menelannya.

Tips Mengatasi Anak Yang Suka Mengemut Makanan
Perlu waktu berjam-jam bahkan lebih bagi si kecil untuk menuntaskan sesi makannya yang pada akhirnya membuat Bunda kehilangan kesabaran, si kecil menjadi stress dan berujung pada aksi GTM (gerakan tutup mulut).

Nah, sebelum terlanjur memarahi si kecil, sebaiknya Bunda ketahui dulu penyebab si kecil suka mengemut makanannya.

Si kecil suka mengemut makanannya bukan tanpa alasan lho, Ma. Ada beberapa kemungkinan yang membuat ia melakukan hal tersebut, diantaranya si kecil memiliki kelainan pada sensorik mulut, sedang sariawan atau akan tumbuh gigi, sakit menelan akibat radang tenggorokan atau tekstur makanan yang terlalu keras untuk dikunyah.

Bila hal ini terjadi pada si kecil Bunda, hal utama yang perlu Bunda lakukan yaitu bersabar. Selain mengobservasi apa penyebabnya, Bunda juga bisa melakukan hal-hal berikut ini.

1. Batasi cemilan sebelum dia makan


Makan merupakan proses yang secara naluriah akan dilakukan saat perut lapar. Nah, pada kebanyakan kasus Si Kecil susah makan disebabkan berkurangnya rasa lapar akibat asupan cemilan atau susu yang mereka konsumsi sebelum makan.

Akibatnya, saat waktu makan tiba, Si Kecil sudah merasa kenyang sehingga rentan menolak makan atau malah mengemut makanannya.

Maka dari itu, batasi memberikan cemilan atau susu kepada si Kecil minimal satu jam sebelum waktu makan.

2. Ajak dia makan bersama kita


Si Kecil-Si Kecil adalah peniru yang ulung. Oleh sebab itu, berilah contoh bagaimana sikap makan yang baik dengan mengajaknya makan bersama-sama dalam satu meja makan.

Berikan secara bertahap menu makanan yang ada kemudian biarkan ia mencicipi rasa makanan yang baru untuk mencegah kebosanan. Aktivitas makan bersama membuat Si Kecil lebih semangat menghabiskan makanannya.

3. Buat Variasi Makanannya


Anak kecil cenderung cepat merasa bosan dengan menu makanan yang ditawarkan secara terus menerus. Dia biasanya lebih memilih untuk memainkan makanan ataupun mengemutnya.

Cobalah membuat variasi menu yang berbeda setiap harinya. Bentuk makanan yang lucu dan warna pada makanan akan menarik perhatiannya, sehingga Si Kecil menjadi penasaran untuk mencobanya.

4. Waktu makan yang dibatasi


Bila cara-cara diatas masih belum berhasil, maka cobalah menetapkan durasi makan agar si Kecil termotivasi untuk menghabiskan makanannya lebih cepat.

Tentukan berapa lama Si Kecil wajib menghabiskan makanannya, misalnya 30 menit atau satu jam. Kemudian pasang timer dan minta Si Kecil untuk berhenti makan apabila waktu yang ditentukan sudah habis.

Dengan konsisten menerapkan cara ini, Bunda mengajarkan Si Kecil untuk disiplin saat waktu makan.

5. Beri rasa yang unik untuk makanannya


Perlu Bunda ketahui bahwa mengemut makanan bisa jadi gejala diagnostik dari kesulitan sensorimotorik oral pada Si Kecil.

Bunda bisa ‘memanjakan mulut’ si Kecil dengan memberikan makanan yang memiliki rasa yang cukup kuat atau unik, misalnya rasa pedas, asam atau makanan dingin. Cara ini terbukti efektif.

Jenis makanan ini dapat membantu Si Kecil mengatur gerakan oral dengan lebih efektif.  

6. Buat suasana makan yang menyenangkan


Sebaiknya alihkan perhatian si Kecil dari gadget atau televisi. Sebab, aktivitas screen time membuat Si Kecil cenderung pasif sehingga ‘lupa’ untuk mengunyah makanannya.

Ciptakan suasana makan yang menyenangkan, misalnya dengan mengajak Si Kecil bercerita atau sambil mendengarkan musik.

Satu hal yang perlu Bunda ingat bahwa makan merupakan suatu proses bagi Si Kecil, jadi jangan pernah memaksa apalagi memarahinya.

Hal tersebut justru akan membuat Si Kecil semakin tertekan dan enggan menyentuh


Tips Mengatasi Anak Yang Suka Mengemut Makanan

Saat si Kecil mulai makan, ada beberapa masalah yang mungkin akan Bunda hadapi, salah satunya ngemut makanan.

Saat ia telah memasuki usia batita, ia memang senang memainkan atau malah menyimpan makanannya lebih lama di mulut daripada langsung menelannya.

Tips Mengatasi Anak Yang Suka Mengemut Makanan
Perlu waktu berjam-jam bahkan lebih bagi si kecil untuk menuntaskan sesi makannya yang pada akhirnya membuat Bunda kehilangan kesabaran, si kecil menjadi stress dan berujung pada aksi GTM (gerakan tutup mulut).

Nah, sebelum terlanjur memarahi si kecil, sebaiknya Bunda ketahui dulu penyebab si kecil suka mengemut makanannya.

Si kecil suka mengemut makanannya bukan tanpa alasan lho, Ma. Ada beberapa kemungkinan yang membuat ia melakukan hal tersebut, diantaranya si kecil memiliki kelainan pada sensorik mulut, sedang sariawan atau akan tumbuh gigi, sakit menelan akibat radang tenggorokan atau tekstur makanan yang terlalu keras untuk dikunyah.

Bila hal ini terjadi pada si kecil Bunda, hal utama yang perlu Bunda lakukan yaitu bersabar. Selain mengobservasi apa penyebabnya, Bunda juga bisa melakukan hal-hal berikut ini.

1. Batasi cemilan sebelum dia makan


Makan merupakan proses yang secara naluriah akan dilakukan saat perut lapar. Nah, pada kebanyakan kasus Si Kecil susah makan disebabkan berkurangnya rasa lapar akibat asupan cemilan atau susu yang mereka konsumsi sebelum makan.

Akibatnya, saat waktu makan tiba, Si Kecil sudah merasa kenyang sehingga rentan menolak makan atau malah mengemut makanannya.

Maka dari itu, batasi memberikan cemilan atau susu kepada si Kecil minimal satu jam sebelum waktu makan.

2. Ajak dia makan bersama kita


Si Kecil-Si Kecil adalah peniru yang ulung. Oleh sebab itu, berilah contoh bagaimana sikap makan yang baik dengan mengajaknya makan bersama-sama dalam satu meja makan.

Berikan secara bertahap menu makanan yang ada kemudian biarkan ia mencicipi rasa makanan yang baru untuk mencegah kebosanan. Aktivitas makan bersama membuat Si Kecil lebih semangat menghabiskan makanannya.

3. Buat Variasi Makanannya


Anak kecil cenderung cepat merasa bosan dengan menu makanan yang ditawarkan secara terus menerus. Dia biasanya lebih memilih untuk memainkan makanan ataupun mengemutnya.

Cobalah membuat variasi menu yang berbeda setiap harinya. Bentuk makanan yang lucu dan warna pada makanan akan menarik perhatiannya, sehingga Si Kecil menjadi penasaran untuk mencobanya.

4. Waktu makan yang dibatasi


Bila cara-cara diatas masih belum berhasil, maka cobalah menetapkan durasi makan agar si Kecil termotivasi untuk menghabiskan makanannya lebih cepat.

Tentukan berapa lama Si Kecil wajib menghabiskan makanannya, misalnya 30 menit atau satu jam. Kemudian pasang timer dan minta Si Kecil untuk berhenti makan apabila waktu yang ditentukan sudah habis.

Dengan konsisten menerapkan cara ini, Bunda mengajarkan Si Kecil untuk disiplin saat waktu makan.

5. Beri rasa yang unik untuk makanannya


Perlu Bunda ketahui bahwa mengemut makanan bisa jadi gejala diagnostik dari kesulitan sensorimotorik oral pada Si Kecil.

Bunda bisa ‘memanjakan mulut’ si Kecil dengan memberikan makanan yang memiliki rasa yang cukup kuat atau unik, misalnya rasa pedas, asam atau makanan dingin. Cara ini terbukti efektif.

Jenis makanan ini dapat membantu Si Kecil mengatur gerakan oral dengan lebih efektif.  

6. Buat suasana makan yang menyenangkan


Sebaiknya alihkan perhatian si Kecil dari gadget atau televisi. Sebab, aktivitas screen time membuat Si Kecil cenderung pasif sehingga ‘lupa’ untuk mengunyah makanannya.

Ciptakan suasana makan yang menyenangkan, misalnya dengan mengajak Si Kecil bercerita atau sambil mendengarkan musik.

Satu hal yang perlu Bunda ingat bahwa makan merupakan suatu proses bagi Si Kecil, jadi jangan pernah memaksa apalagi memarahinya.

Hal tersebut justru akan membuat Si Kecil semakin tertekan dan enggan menyentuh


IKLAN

Subscribe Our Newsletter

Notifications

Disqus Logo